WHO mengatakan belum ada bukti Mers menular dari Manusia ke Manusia

Perkembangan kasus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di Arab Saudi telah membuat resah sejumlah negara dalam beberapa bulan ini.

 

virus-mers

 

Untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam menyikapi kasus MERS, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melakukan pertemuan darurat bersama 15 pakar di dunia yang tergabung dalam WHO IHR Emergency Committee concerning MERS-CoV.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama. SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Prof merupakah satu diantara 15 pakar tersebut. Dalam keterangannya, Tjandra menungkapkan, rapat dilakukan dengan teleconference dan berlangsung selama 5 jam pada Selasa (13/5).

Salah satu keputusan yang diambil pada rapat tersebut adalah belum ditetapkannya kasus MERS di Arab Saudi sebagai keadaan darurat yang meresahkan dunia.

“Anggota Committee menyimpulkan bahwa saat ini untuk MERS CoV belum terjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), atau belum terjadi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD),” tulis Prof Tjandra di Jakarta, Kamis (15/5).

Pada rapat ini Sekretariat WHO juga melaporkan hasil peninjauan team WHO ke Saudi Arabia, pada 28 April – 5 May 2014.
“Setelah diskusi panjang maka Emergency Committe menyampaikan bahwa walau masalahnya memang makin serius, tapi tidak ada bukti ilmiah sustained human-to-human transmission (penularan langsung dari manusia ke manusia),” tuturnya.

Meski demikian, lanjut dia, Committee melihat peningkatan masalah dalam MERS-CoV, yaitu peningkatan kasus yang tajam dalam 2 bulan terakhir ini, pencegahan infeksi, kesenjangan informasi, kemungkinan penyebaran kasus ke negara yang rentan. Namun, sebut dia, Emergency Committe lalu menyampaikan agar WHO dan negara-negara anggota WHO untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan.

Hasil rapat darurat WHO juga menetapkan sejumlah rekomendasi. Berikut rekomendasi yang harus dilakukan negara-negara anggota:

– Memperbaiki sistem pencegahan dan penanggulangan infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan
– Memulai dan meningkatkan investigasi secara kritis, termasuk penelitan case-control, serologi, lingkungan, dan penelitian pada hewan
– Mendukung negara-negara yang rentan, khusus di sub-Saharan Africa
– Meningkatkan identifikasi dan penanganan kasus atau pasien dan kontak disekitarnya
– Meningkatkan penyuluhan, menjalankan komunikasi risiko secara aktif ke masyarakat luas, petugas kesehatan, kelompok risiko tingggi dan penentu kebijakan publik
– Memperkuat intersectoral collaboration dan tukar menukar informasi antar kementerian di suatu negara, dan dengan organisasi internasional seperti WHO, World Organization for Animal Health (OIE), Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO)
– Membuat pedoman dan anjuran pada pengumpulan massa yang banyak (mass gatherings) untuk mencegah penularan berkelanjutan dari MERS-CoV.

Jumat, 16 Mei 2014, Jakarta, Harian Terbit

 

 

travel umroh dan haji di jakarta pusat
Pemondokan Jemaah Haji Reguler 4 Kilometer
SBY Didesak Keluarkan Pepres Soal BPIH

 

Tagged on:

One thought on “WHO mengatakan belum ada bukti Mers menular dari Manusia ke Manusia

  1. Pingback: SBY Didesak Keluarkan Pepres Soal BPIH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *