Tips Supaya Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji

Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji, Salah satu kekhawatiran bagi orang tua ketika membawa anak nya untuk ikut serta dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima dan merupakan kesempatan untuk memperkenalkan mereka ajaran Islam.

 

Tips Supaya Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji

 

Selain itu juga, ketika mengajak anak untuk beribadah disana tiba-tiba anda merasakan ketidaknyamanan dengan sang anak saat melakukan ibadah di Tanah Suci Mekah. Begitu banyak orang tua yang mengajak anaknya melaksanakan umrah dan haji.

 

Oleh karena itu, ada beberapa tips agar Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji atau dalam melakukan pelaksanaan ibadah umrah dan haji bersama anak-anak, berikut tipsnya dibawah ini:

 

1. Sirah Nabi

Umat muslim tentu sudah sangat sering mendengar cerita Nabi Muhammad SAW. Berbagai kisah teladan beliau telah diceritakan oleh siapa saja. Kita sebagai umat muslim disunnahkan untuk mengikuti segala perilaku beliau pada masanya, karena beliau merupakan sosok yang uswatun hasanah, dimana rasa cinta dan kasihnya kepada sesama sangat besar. Beliau adalah seorang nabi yang kelak akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada para umatnya. Oleh karena itu kita sebagai pengikutnya diwajibkan untuk mengucap shalawat atas beliau agar nanti kita termasuk umat yang mendapatkan pertolongan darinya.

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya memiliki akhlak yang baik berlandaskan ajaran Islam. Oleh sebab itu sudah seharusnya setiap orangtua meemperkenalkan cerita nabi Muhammad SAW sejak dini. Dengan demikian anak akan mendapat figur untuk diteladani sesuai dengan aturan Islam. Banyak perilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat diperkenalkan kepada anak. Mulai dari adab makan dan minum, buang air kecil, cara memakai sepatu, hingga membiasakan anak memakai baju mulai dari tangan kanan.

Memperkenalkan sejarah 25 Nabi pada anak, akan sangat bermanfaat agar anak semakin mengenal sosok mulia Rasulullah SAW. Orang tua juga menjelaskan tentang tempat-tempat bersejarah yang akan di kunjungi selama di Tanah Suci Mekah.

Agar ketika sudah berada di Tanah Suci anak sudah mengenal tempat yang dimaksud atau mengingat kembali cerita nabi yang sudah diceritakan oleh orang tuanya. Misalnya, menjelaskan tentang sejarah Masjid Nabawi, apa saja yang ada di Masjid Nabawi.

 

2. Biasakan Sholat Berjamaah Di Masjid

Orang tua adalah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak. Orangtua yang selalu pergi ke masjid, yang selalu siap ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjama’ah itu merupakan teladan yang terbaik untuk anak-anak.
Dalam mendidik anak kecil harus didasari dengan memperkenalkan kepada anak bahwa masjid yang sebenarnya itu penuh dengan kasih sayang, berlimpah karunia dan keberkahan. Sehingga anak akan tumbuh besar dengan mencintai masjid, serta hati yang selalu terikat dengannya.

Oleh karena itu ada baiknya jika anak dibiasakan untuk shalat berjamaah dengan tertib dan tidak mengganggu. Dengan begitu, anak pun tidak akan merasa aneh dan berat dengan pelaksanaan shalat berjama’ah di Masjid.

 

3. Perkenalkan Doa dan Rukun Umrah dan Haji

Pada hakikatnya anak-anak daya tangkapnya lebih cepat dibandingan dengan orang dewasa. Dan pandai menirukan yang dia lihat dan dengar.

Dalam menjalankan ibadah umrah atau haji bersama anak. Agar Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji, Terlebih dahulu ajarkan anak kita doa-doa yang biasa mereka kenal yaitu doa sehari-hari seperti makan, minum, masuk WC, menjelang tidur dan lain-lain. Sebelum melaksanakan ibadah umrah atau haji, baiknya anak-anak sudah di ajarkan tentang niat dan doa-doa wajib pada pelaksanaan haji atau umrah.

Usaha tersebut sangat efektif bila kita terus melatih anak agar terus menghafal dan mengingat doa-doa tersebut. Tanpa repot lagi ketika anda sudah ada di kota Mekah.

 

4. Latihan Berjalan Kaki

Mulailah ajak anak berjalan kaki atau joging dengan waktu yang bertahap, misalnya start dari 15 menit, lalu 20 menit dan seterusnya. Pada saat latihan berjalan tersebut, beri pengetahuan juga pada anak tentang ibadah thawaf, sa’i yang dilakukan dengan berjalan kaki.
Ini nantinya akan bermanfaat ketika melaksanakan thawaf dan sa’i agar anak mengenal dan meminimalkan kemungkinan rewel pada dirinya.

 

5. Perkenalkan Perlengkapan Haji Umrah

Anak juga harus mengetahui tentang pakaian dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan ketika pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah berlangsung. Utamanya, pakaian ihram yang wajib dipakai. Ini akan sangat bermanfaat karena anak sudah tidak asing lagi dengan pakaian ihram yang akan dikenakannya, terlebih jika anak laki-laki memakai pakaian ihram yang khusus.

 

6. Ajarkan Komitmen

Mendidik anak untuk berkomitmen memang sedikit menantang dan perlu kesabaran yang ekstra, mengingat mood anak-anak sering kali berubah-ubah, namun tidak salahnya jika kita ajarkan terus kepada anak untuk berkomitmen bahwa mereka akan mematuhi semua rukun ibadah haji atau umrah.

Agar Anak Tidak Rewel Saat Umrah dan Haji atau anak-anak tidak merasakan berat dalam menjalankan ibadah yang dilaksanakannya, orang tua harus menjadikan perjalanan Ibadah itu menjadikan perjalanan yang menyenangkan dan jangan memaksa anak jika sudah kelelahan, karena jika dari hati anak sudah menolak maka ia pun akan sulit menerima apapun yang anda berikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *