Tata Cara dan Proses Perjalanan Ibadah Haji

Tata Cara Proses Perjalanan Ibadah Haji berikut ini merupakan Rangkaian Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah Travel Aida Tourindo Wisata www.aidatourindo.com Proses perjalanan ibadah haji sangat cukup menguras tenaga. Oleh karena itu Calon Jamaah Haji dituntut untuk selalu menjaga kesehatan agar semua proses perjalanan haji bisa dijalani dengan baik.

 

Tata Cara dan Proses Perjalanan Ibadah Haji

 

Calon jamaah haji harus mengenali proses perjalanan Ibadah Haji untuk memperoleh gambaran tentang apa saja yang akan dijalani selama di Tanah Suci Makkah dan madinah.

A. Persiapan di Rumah
Shalat sunnah dua raka’at dan berdo’a, memohon pertolongan, keselamatan diri, keselamatan keluarga yang di tinggalkan, kesehatan dan ridha Allah.

 

1) Membaca do’a keluar rumah:
“Bismillahi Amantu Billahi Tawakkaltu ‘Alallahi La Hawla walaa Quwwata illa Billahil ‘Aliyyil’adziim.”

Ketika keluar rumah bacalah surat Al-Fatihah, ayat kursi kemudian membaca do’a ini:
“Allahumma Ilaika Wajjahtu Wajhiy, Wa ‘alaika Kholaftu Ahliy wamaliy wama Khowaltaniy, Waqod Watsiqtu Bika Falaa Tukhoyyibniy ya man Laa Yukhoyyibu man Aroodahu Walaa Yudhoyyiu Man Hafidzoh. Allahumma Sholli ‘ala Muhammadin Wa Aalihi Wahfadzniy fiymaa Ghibtu ‘Anhu Walaa takilniy ilaa Nafsiy Yaa Arhamarroohimiyna.”

 

2) Do’a Berada Diatas Kendaraan
“Bismillahi Majreha wa Mursaha Inna Rabbi Laghofururrohim.”

Ketika kendaraan mulai bergerak, bacalah do’a ini:
“Subhanalladzi sakhkhorolana Hadzawama kunna lahu muqriniyna.”

 

Kemudian membaca dzikir ini:
“Subahanallahi walhamdulillahi Walaa ilaha illallahu Wallahu Akbar.”

 

Selama dalam proses perjalanan ibadah haji dari rumah kediaman ke Asrama Haji:

  1. Dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan do’a.
  2. Diperbolehkan membaca talbiyah ketika berangkat dari rumah menuju ke Asrama Haji untuk memantapkan niat berhaji.
  3. Selama dalam perjalanan (apabila jarak rumah ke Asrama Haji kurang lebih 86Km) sudah berlaku hukum sebagai musafir, maka diperbolehkan menjama’ dan mangqashar shalat.

 

3) Di Asrama Haji
a. Saat datang di Asrama Haji Embarkasi:
 Menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama dan bukti setor lunas BPIH warna biru.
 Menerima kartu makan dan akomodasi untuk selama di Asrama Haji.
 Menimbang dan memeriksakan barang bawaan (tas koper).
b. Selama di Asrama Haji Embarkasi:
 Menempati kamar yang sudah ditentukan.
 Istirahat yang cukup.
 Memeriksakan kesehatan badan (pemeriksaan kesehatan terakhir).
 Mengikuti pembinaan manasik haji.
 Menerima Paspor haji.
 Menerima gelang identitas yang harus dipakai selama berada di tanah suci.
 Menerima uang living cost.
 Menunggu jadwal keberangkatan ke Bandara Udara (saat berangkat, Paspor, Tiket dan lain-lain diletakkan di tas Paspor yang digantungkan di leher.

 

4) Dari Asrama Haji Menuju ke Bandara

  1. Persiapkan diri ketika ada pengumuman untuk berangkat ke Bandara.
  2. Masuklah dengan tertib ke dalam bus sesuai dengan nomor bus yang telah ditentukan (nomor bus tersebut akan sama juga ketika di Haramain).
  3. Membaca do’a di kendaraan, berdzikir dan bertalbiyah hingga Bandara.
  4. Turunlah dengan tertib sesuai arahan Petugas Haji dan ketua rombongan (Karom).

 

5) Pemeriksaan Dokumen Saat Akan Masuk ke Pesawat

      1. Berbaris antri untuk pemeriksaan dokumen.
      2. Menunggu di ruang tunggu.
      3. Berjalan tertib menuju pesawat.
      4. Duduk di kursi sesuai dengan nomor di Boarding pass.
      5. Ikuti arahan awak pesawat atau pramugari.
      6. Letakkan tas bawaan di bagasi atas atau tempat duduk anda.
      7. Duduk dengan rileks dan ikatan safety belt atau sabuk pengaman. Jangan berjalan hilir mudik di dalam pesawat kecuali ada keperluan.
      8. Membaca do’a ketika pesawat sudah mulai bergerak berangkat.

        Do’a ketika berada di atas kendaraan:
        “Bismillahi Majreha wa Mursaha Inna Rabbi Laghofururrohim.”

         

        Ketika pesawat terbang mulai bergerak, bacalah do’a berikut ini:
        “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Subhanalladzi sakhkhorolana Hadzawama kunna lahu muqriniyna.”

         

        Kemudian membaca dzikir ini:
        “Subhanallahi walhamdulillahi Walaa ilaha Illallahu wallahu Akbar.”

        “Allahumma Inna Nas aluka fii safarina Hadzal Birro Wattaqwa Wamin ‘Amali maa Tardho, Allahumma Hawwin ‘Alayna Safarona hadza wath ‘Anna Bu’dahu, Allahumma Antashohibu Fissafari Walkholifatu fil ahli, Allahumma Inni A’udzubika min Wa’tsaissafari Wakaabatil man Dzhori wasuil Mun qolibi Filmaa li Wal ahli.”memperbanyak dzikir dan do’a serta membaca ayat-ayat suci al-Qur’an.

      9. Ketika ke WC, hindari penggunaan air yang berlebihan, hindari adanya air yang tercecer di lantai pesawat karena hal ini membahayakan keselamatan penerbangan.
      10. Mengikuti pembinaan manasik yang disampaikan melalui pemutaran film manasik haji di pesawat.
      11. Apabila kesehatan terganggu agar menghubungi petugas kesehatan atau crew pesawat.
      12. Menyobek lembar D paspor dan menyerahkan kepada ketua regu.

 

6) Hal-hal Penting dalam perjalanan ibadah haji

  • Jangan merokok dalam pesawat
  • Mematuhi seluruh petunjuk Pramugari atau crew pesawat dan ketua kloter.
  • Apabila sudah masuk waktu shalat, lakukanlah shalat dengan tetap duduk dan bersuci dengan cara tayamum.
  • Apabila anda termasuk dalam gelombang ke II maka persiapkan kain Ihram Anda dan pakailah ketika dua jam sebelum mendarat di King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, mintalah petunjuk ketua kloter atau karom kapan untuk mulai berniat Ihram (kapan pesawat tepat di atas Miqat Yalamlam atau Qarnul Manazil).
  • Melakukan persiapan umrah atau haji, berpakaian ihram (pria dan wanita), berniat haji bagi yang haji ifrad dan berniat haji dan umrah nagi haji yang qiran (untuk jamaah gelombang II). Gelombang pertama langsung ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

 

B. Di Airport AMAA Madinah atau KAAIA Jeddah

  1. Turun dari pesawat dengan tertib.
  2. Siapkan paspor dan buku kesehatan untuk diperiksa oleh petugas Imigrasi Arab Saudi
  3.  Siapkan kunci koper anda, untuk pemeriksaan barang bawaan oleh Imigrasi dan bea cukai Bandara Arab Saudi.
  4. Antri dengan tertib (barisan laki-laki dan perempuan di pisah).
  5. Bersikap tenang tidak perlu panik
  6. Setelah pemeriksaan kumpulkan tas koper besar di tempat yang telah ditentukan oleh petugas haji Indonesia.
  7. Setelah seluruh anggota kloter di periksa, maka paspor dikumpulkan kepada petugas sektor haji melalui karim atau ketua regu (anda akan mendapatkan satu lembar untuk diletakkan di tas paspor)
  8. Tetap tenang dan sigap serta waspada. Apabila anda gelombang II, anda harus sudah bersiap dengan pakaian ihram (namun ada kebiasaan yang tidak dapat dibenarkan yaitu mengambil Miqat Jeddah, karena Jeddah bukan Miqat Makani, jadi dianggap menyalahi wahib Haji dan harus membayar Dam karena TIDAK MEMULAI IHRAM DARI MIQAT).
  9. Naik bus yang telah disediakan sesuai nomor dengaanrombongannya.
  10. Diberangkatkan ke Maktab atau hotel di Madinah (Gel I) dan ke Maktab-Mekah dengan bersama-sama membaca talbiyah. Pemeriksaan dokumen dan kesehatan di Terminal Kedatangan Bandara King Abdul azis International Airport (KAAIA) Jeddah atau Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) memakan waktu cukup lama kurang lebih dua jam.

 

C. Di Mekah

  1. Do’a memasuki kota Mekah:
    “Allahumma Hadzaa Haromuka Wa amnuka Fahrrim Lahmi Wa Dami Wa Sya’ri Wa Basyari ‘alannari Wa aminni min ‘Adzabika Yauma Tab’atsu ‘Ibadika Waj’alni min Auliya ika Wa ahli Tho’atika.”
    a. Masuk pemondokan yang telah tersedia dan menempati kamar dengan teratur.
    b. Istirahat secukupnya.
  2. Do’a Masuk Masjidil Haram:
    “Allaahumma antas salaamu waminas salaamu wailaika ya’uudus salaamu fahayyinaa rabbanaa bissalaami wa adkhilnal jannata daaras salaami tabaarakta rabbanaa wata’aalaita yaa dzal jalaali walikraami. Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika. Bismillaahi walhamdu lillaahi washsholaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaahi.                                                                                       Ke Masjidil Haram untuk:
     Thawaf umrah bagi yang melakukan haji Tamattu’, Thawaf qudum bagi yang berhaji Ifrad dan Qiran.
     Berdo’a di Multazam (antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah).
     Shalat sunnah Thawaf di belakang Makam Ibrahim, shalat sunnah di Hijir Ismail.
     Minum air zamzam.
     Sa’i antara bukit Shafa dan bukit Marwah.
     Memotong atau mencukur rambut.
     TahallulKe Masjidil Haram untuk:
  3. Do’a Ketika Melihat Ka’bah
    “Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaa batan wazid man syarrofahu wa karramahu miman hajjahu awi’tamarohu tasyriifan wata’dzhiiman watakriiman wabirran.”
  4. Do’a Ketika Melintas MakamNya Ibrahim
    “Robbi Adkhilnii mudkhola Shidqin wa Akhrijnii mukhroja shidqin waj’al lii min ladukna sulthoonan nashiiroo. Waquljaa al haqqu wazahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqoo.”
  5. Do’a Ketika Minum Air Zamzam
    “Allahuma inni as aluka, ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’am wa syifa’an min kulli daain wa suqmin birohmatika Yaa Arhamarrohimiin.”
  6. Do’a Sesudah Shalat Sunnah di Hijir Ismail
    “Allaahumma anta Rabbi Laa Ilaaha Illaa anta kholaqtanii wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘alaa ‘ahdika Wawa’dika Mastatha’tu. A’uudzu bika min Syarri Maa shana’tu Abuu u laka bini’matika ‘alayya Aa abuu u bidzanbii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Allaahumma innii as aluka min khairi maa sa alaka bihi ‘ibaadukash shaalihuuna Wa a’uudzu Bika Min Syarri Masta’aadzaka Minhu ‘ibaadukash Shoolihuun.

 

Untuk menunggu tanggal 8 Dzulhijjah, boleh dilaksanakan ziarah di Mekah dan sekitarnya, seperti Masjid Jin, Masjid Kucing, Gua Tsur, Gua Hira (Jabal Nur), melihat-lihat situasi di Arafah, Mina, Muzdalifah, dll. Namun bila sudah dekat dengan pelaksanaan haji, sebaiknya beristirahat untuk menyiapkan fisik dan mental menjelang puncak kegiatan haji. Pada tanggal 8 Dzulhijjah bersiap-siap ke Arafah, yang perlu dilakukan sebelum berangkat ke Arafah adalah:
a. Mandi dan Wudhu
b. Memakai wangi-wangian di badan sebelum mengenakan pakaian ihram.
c. Mengenakan pakaian ihram.
d. Shalat sunnah ihram 2 raka’at.
e. Berniat haji di pemondokan bagi yang melakukan Haji Tamattu’.
f. Berangkat ke Arafah.

 

D. Di Madinah (Gelombang I)

  1. Do’a Masuk Kota Madinah
    “Allohumma hadzaa haromu rosuulika faj alhu lii wi qooyatan minannari wa amaa natan minal ‘adzaabi wa suu il hisaab.”
  2. Do’a Masuk Masjid Nabawi, Masuklah dengan mendahulukan kaki kanan, bacalah basmalah dan bersholawatlah kepada Nabi Muhammad SAW dan bermohonlah kepada Allah SWT agar Dia membukakan segala pintu rahmat Nya dan bacalah:
    “Audzubillahil ‘adzim wawajhihil Karim wa suthonihil qodiim Minasy Syatho Nihil Qodimi Minasy Syaithonirrajiim. Allahummaftahli Abwaaba Rohmatika.”

 

Dan ini juga dianjurkan untuk dibaca setiap masjid-masjid yang lain.
Do’a di Makam Rasulullah dan berdirilah di depannya menghadap ke arahnya, kemudian dengan sopan:
” Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu.”

“Allahumma Aatihil wa Silata wab’atshul Maqoomal Mahmudalladzii Wa’adtahu, Allahumma Ajrihi ‘An Ummatihi Afdholal Jazaa i.”

 

Kemudian beranjaklah sedikit ke sebelah kanan, agar dapat berada di hadapan makam Abu Bakar, ucapkanlah salam kepadanya dan berdo’alah untuknya dan bergeserlah lagi sedikit ke sebelah kiri, agar anda dapat berada di hadapan makam Umar, ucapkanlah salam dan berdo’alah untuknya.

Selama perjalanan ibadah haji, Perbanyaklah bershalawatlah kepada junjugan kita Nabi Muhammad SAW.Jama’ah yang datang melalui Terminal Hijrah (dari Jeddah ke Madinah naik bus) atau bandara AMAA Madinah setelah tiba di pemondokan masuk dan menempati kamar dengan teratur.

  • Istirahat di pemondokan.
  • Shalat Arbain (40 waktu shalat atau 5 waktu selama 8 hari) di Masjid Nabawi dan ziarah ke Makam Rasulullah, sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Makam Baqi’.
  • Ziarah Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Sab’ah, Makam Syuhada, Masjid Uhud, Percetakan Al-Qur’an, Perkebunan kurma.
  • Ziarah diatur waktunya oleh Muzawir (petugas yang mengatur ziarah) berkoordinasi dengan ketua Kloter dan tidak dipungut biaya.
    Menjelang keberangkatan ke Mekah yang harus dilakukan:
  • Memotong kuku.
  • Mandi sunnah untuk ihram dan wudhu, bersisir rapi.
  • Memakai wangi-wangian di badan sebelum mengenakan pakaian ihram.
  • Memakai pakaian ihram (ihram laki-laki dan Perempuan) di pemondokan.
  • Berangkat ke Bir Ali (Dzul Hulaifah).

Proses perjalanan ibadah haji ini semoga bisa menambah wawasan serta persiapan calon jamaah haji yang akan menunaikan haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *