Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud Kunjungi Indonesia

Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Tanah Air menjadi buah bibir sepekan terakhir ini. Sambutan yang sangat mewah, meskipun sebagian kebutuhan sang raja dibawa sendiri dari negara asalnya, ini menunjukkan betapa Pemerintah Indonesia sangat berharap ada investasi dalam jumlah yang fantastis yang akan dibawa serta.

 

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud Kunjungi Indonesia

Pemerintah berharap ada investasi yang cukup besar. Sebab, jika dibandingkan denga negara-negara yang lainnya, realisasi investasi Arab Saudi sepanjang tahun lalu relatif masih sangat rendah sekali.

Ketua Komisi I DPR yaitu Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, dengan akan adanya kunjungan Raja Arab Saudi yaitu Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 1 hingga 9 Maret 2017 sangat kental sekali dengan warna investasi.

Indonesia harus mampu untuk memanfaatkan peluang besar dari kunjungan raja Arab Saudi ke Indonesia tersebut untuk menggerakkan dan memainkan roda perekonomian Tanah Air. Jangan hanya diam saja tanpa memanfaatkan peluang besar ini.

Selain itu, bisa dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi sebagai negara muslim terbesar di dunia. Hal ini tentu saja ditujukan untuk kepentingan negara kita, agar Indonesia secara umum semakin memiliki posisi yang positif di mata global.

Ini merupakan tantangan bagi Indonesia apakah kita mampu untuk memanfaatkan peluang investasi ini sekaligus dapat memberikan stimulus bagi ekonomi nasional kita. Terlebih lagi, kunjungan Raja Salman terbilang spektakuler.

Dalam kunjungannya, Raja Salman juga didampingi oleh sejumlah menteri dan pimpinan dunia usaha dan beliau akan membawa serta rombongan dengan jumlah yang sangat besar yaitu mencapai 1.500 orang.

Tujuan investasi Arab Saudi dianggap akan membawa keuntungan tersendiri bagi negara Indonesia. Sebab, Arab Saudi akan melakukan investasi murni, jarang mensyaratkan penyertaan tenaga kerja dari negara itu sendiri.

“Ini investasi murni yang sangat menguntungkan daripada negara-negara yang menginvestasikan akan tetapi dengan catatan tenaga kerja harus berasal dari sana.”

Hanya saja, Abdul Kharis menilai, Arab Saudi harus lebih kreatif lagi, mengingat tren bahwa harga minyak yang cenderung turun. Tidak hanya menginvestasikan dalam bentuk minyak. Harus kreatif menginvestasikan dananya juga.

Terlepas dari keuntungan yang akan di peroleh di bidang investasi, kedatangan Raja Salman juga sangat diharapkan agar mampu memperbaiki kondisi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi, dengan sejumlah permasalahan yang ada dan sungguh sangat meresahkan, seperti pemerkosaan, pembunuhan, kekerasan, dan penganiayaan lainnya terhadap TKI bisa diminimalisasi.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga diimbau untuk mengirimkan TKI dengan kemampuan yang terdidik dan terbaik sehingga saat melakukan pekerjaan tidak menimbulkan masalah di negeri sana.

Dengan menguatnya hubungan bilateral ini, kami juga mengharapkan para TKI di Arab Saudi juga bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik lagi sehingga mereka disana pun merasa terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *