Proyek Transportasi Mekah Penataannya Mulai Dikerjakan

Transportasi Mekah – Kereta api yang akan dioperasikan untuk melayani jamaah haji menuju Mekah ke Arafah. Seiring dengan selesainya proyek perluasan Masjidil Haram, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini memulai kembali penataan sarana tranportasi kota Mekah.

 

Proyek Transportasi Mekah Penataannya Mulai Dikerjakan

 

Dimulainya proyek ini maka diharapkan agar persoalan kemacetan yang terjadi di kota suci ini segera teratasi.

Implementasi tahap pertama dalam penataan transportasi Mekah itu diwujudkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan mengeluarkan dana sebesar 3,12 miliar Saudi Real. Dana sebesar itu dipergunakan sebaik-baiknya untuk dapat menyediakan sarana tranprotasi yang berupa 500 bus, termasuk 120 di antaranya ialah bus gandeng.

Seperti dilansir Saudi Gazette, tahapan pembangunan ini pada beberapa hari lalu telah diumumkan melalui juru bicara pemerintah Saudi di Mekah, yaitu Sultan Al-Dowsari. Proyek ini akan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari National Express Company and Hafel.

Pada dua pekan lalu, Raja Salman pun telah mengeluarkan dekrit untuk menyetujui pelaksanaan pembangunan pada tahap pertama. Wali Kota Mammah, Osama Al-Bar, dan Sekretaris Mekah ‘Development Authority’ Hisham Al-Faleh memberi ucapan terima kasih kepada Raja Salman dan Emir Mekah yang erupakan Pangeran Khaled Al-Faisal, atas telah dimulainya pelaksanakan proyek penataan transportasi tersebut.

Al-Dowsari lebih lanjut mengatakan bahwa sistem transportasi Mekah nantinya akan mempunyai 12 jalur yang akan menjangkau pada seluruh bagian dari kota suci ini. Intinya, akan ada tujuh jalur terpisah ganda dan sisanya terdiri dari lima jalur tunggal.

Sehingga para penumpang nantinya akan disediakan stasiun yang akan ditempatkan pada empat titik yang masuk kota Mekah, yaitu dari arah jalur bebas hambatan antara Mekah-Jeddah, Madinah Road, Allaith, dan Al-Sail. Al-Dowsari juga menegaskan apabila Raja Salman telah memberikan persetujuan untuk memulai pelaksanaan pembangunan proyek rel kereta ‘Metro Makkah’ dengan bekerjasama oleh sektor swasta.

Pada tahap pertama, akan dibangun ‘jalur hijau’ yaitu berupa pengadaan jalur rel di sepanjang 11 kilo meter yang meliputi tujuh stasiun. Stasiun kereta api Mashair yang berada di Mina juga akan dihubungkan dengan stasiun Marwa, yang terletak di sisi utara dari Masjidil Haram.

Selain itu, pembangunan rel ini juga akan diperluas lagi ke arah Haramain High Speed Rail, yaitu pembangunan stasiun kereta api yang terletak pada pintu masuk Mekah, yang berada di kawasan Rusaifa.

Pada tahun 2012, Raja Abdullah yang sebenarnya telah memberi persetujuan atas pembangunan sistem transportasi publik besar-besaran tersebut yang senilai 62 miliar Real Saudi untuk Mekah.

Targetnya adalah dengan membangun transportasi publik yang komprehensif seperti pada penyediaan kereta api perkotaan, bus rapid transit, bus ekspres, hingga pengadaan feeder bus. Rencana inilah yang kini akan di mulai untuk merealisasikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *