Makna Nilai Spiritualitas Ibadah Haji

Pengertian dari Ibadah haji adalah ibadah yang penuh dengan nilai-nilai spiritualitas. Ibadah haji adalah merupakan rukun islam yang kelima, ibadah haji pun mempunyai amal-amalan khusus yang menjadi rukun dan syarat ibadah haji.

 

Makna Nilai Spiritualitas Ibadah Haji

 

Talbiyah dan ihram merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan ibadah haji. Talbiyah dan ihram memiliki nilai-nilai spiritualitas yang wajib kita renungi sebagai umat islam. Semoga tulisan ini menjadi pengantar bagi umat islam dalam meresapi makna yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji.

Talbiyah dan Ihram
Talbiyah : Lafal talbiyah tersebutlah yang mampu menggetarkan hati jutaan anak manusia yang berjalan menuju Mekah menuju Arafah, dalam perjalanan umrah dan haji.

Ihram : Ketika kita mengenakan kain ihram, yang hanya 2 lembar kain tidak berjahit untuk laki-laki, kita seperti sedang diingatkan oleh Allah bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang tidak mempunyai segala hal bahkan, dua lembar kain yang kita kenakan dengan gemetar itu adalah juga pemberian Allah.

Ketika kita berniat umrah atau haji, berarti kita sedang berusaha menunjukkan dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah, seperti ketaatan Ibrahim a.s., Siti Hajar a.s. Dan Ismail a.s. Dengan bibir yang bergetar saat melafalkan talbiyah.

Sebuah hadits meriwayatkan bahwa seorang sahabat yang sedang dalam perjalanan menuju Arafah dalam rangka untuk beribadah haji, terjatuh dari kendaraannya hingga wafat. Rasullullah SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk memandikannya dengan air dan daun serta dikafani dengan kain ihram yang dikenakan seorang sahabat tersebut. Nabi Saw. bersabda, “Kelak dia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah . . . ”

Sesungguhnya Haji merupakan perintah yang istimewa. Apabila ibadah seperti puasa dijanjikan akan membuat pelakunya meraih ketakwaan, ibadah haji justru harus berbekal takwa. Firma Allah Swt.,

Berbekallah kamu dan bekal terbaik adalah takwa (QS Al-Baqarah (2): 197).

Selain itu, secara jelas dan terang juga ditegaskan oleh Allah SWT agar mereka yang berhaji melakukannya semata-mata karena Allah SWT. Dalam Al-Quran menegaskan, Diperintahkan semata-mata karena Allah kepada manusia untuk ibadah haji, bagi mereka yang memiliki kemampuan melakukan perjalanan ke Baitullah.

Ya, saya selalu bercanda bahwa tidak ada satu rupiah pun dana yang kita setorkan ke bank untuk BPIH yang masuk ke rekening Allah SWT. Dana itu masuk ke rekening Menteri Agama untuk didistribusikan ke perusahaan penerbangan dan trasportasi darat, penyewaan rumah, katering, serta urusan haji yang lainnya.

Disamping itu, ditegaskan pula agar dalam melakukan pelaksanaan haji dan umrah, Awalnya harus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena hal yang lainnya, Kalaupun pun kita termotivasi berhaji karena seluruh keluarga sudah menunaikan haji dan tinggal kita yang belum, hal itu juga bisa dijadikan pemicu, tetapi hajinya semata-mata harus karena Allah bukan karena syirik atau iri.

Pada saat kain ihram dikenakan dan pada saat kaki melangkah dari miqat, saat itulah setidak-tidaknya, hati kita disucikan dari segala niat yang lain selain berniat haji semata-mata karena Allah SWT. Setidak-tidaknya saat itulah kita harus tegaskan komitmen tertinggi kita pada Allah dan berserah diri pada Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *