Dipulangkan ke Indonesia jemaah umrah yang tertahan di Jeddah

Lebih dari seribu Jemaah umrah tertahan di Jeddah Arab Saudi berasal dari Indonesia kepulangannya secara berangsur-angsur kini mulai diterbangkan. Kepulangan jamaah tersebut dibagi dalam beberapa kloter agar terlaksana dengan kondusif.

Dipulangkan ke Indonesia jemaah umrah yang tertahan di Jeddah

Dalam keterangan tertulis Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah disebutkan sebanyak 488 orang jemaah umrah tertahan, yang telah terbagi menjadi 2 kloter, yaitu kloter pertama sebanyak 298 orang diberangkatkan pada pukul 00.30 waktu Waktu Arab Saudi. Kloter kedua sebanyak 190 orang yang merupakan gabungan dari dua travel yang ada, diberangkatkan menuju Surabaya pada pukul 03.25 Waktu Arab Saudi dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Rombongan ini diangkut dengan menggunakan Maskapai Flynas.

Menyusul sebanyak 70 orang juga dipulangkan di hari yang sama dengan Lion Air dari Jeddah. Rombongan ini memperoleh tiket dari salah satu provider visa dengan menggunakan dana talangan untuk sementara. Tiket tersebut diserahkan secara simbolis oleh Konjen RI Jeddah, M Hery Saripudin, kepada rombongan ini.

Dalam keterangan tertulis tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jedaah menyebutkan lebih dari seribu jamaah yang tertunda kepulangannya dari Arab Saudi usai menjalankan ibadah umrah. Ini terjadi setelah maskapai Flynas telah menghentikan secara mendadak penerbangan charternya di tiga bandara, yakni Kuala Lumpur (KUL), Jakarta (CGK) dan Surabaya (SUB).

Adanya permasalahan teknis dan manajemen operasional penerbangan Maldives Air juga telah menambah permasalahan jamaah umrah Indonesia menjadi gagal pulang ke tanah air.

Untuk menyikapi maraknya jamaah umrah yang gagal dipulangkan sesuai jadwal, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah membentuk Tim Khusus yang terdiri dari beberapa unsur Teknis Urusan Haji, Teknis Perhubungan, Teknis Imigrasi dan Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Tujuannya adalah untuk mengambil langkah yang diperlukan agar para jamaah tersebut bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

Tim Khusus melakukan penyisiran di sejumlah hotel di Jeddah, tempat para jamaah yang tertahan tersebut diinapkan. Selain itu tim khusus juga memberikan pendampingan hingga mereka diterbangkan kembali ke Indonesia.

Selain itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga melakukan komunikasi secara intensif dengan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi GACA (General Aviation Civil Authority) dan telah melayangkan surat kepada Mazen A Bashair, Manajer Haji dan Umrah agar segera memfasilitasi pemulangan para jamaah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *