Biaya Haji Khusus – ONH Plus Yang Baru Ditetapkan Pemerintah

Biaya Haji Khusus – ONH Plus, Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan Biaya yang akan dikeluarkan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus atau yang sering disebut dengan Haji Khusus atau Haji Plus, pada tahun 1438H/2017M ini bagi jamaah haji khusus paling sedikit sebesar US$ 8000 dolar atau sekitar sejumlah Rp106.984.000 (kurs Rp13.355)

 

Biaya Haji Khusus - ONH Plus Yang Baru Ditetapkan Pemerintah

 

Ketetapan ini tertulis dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 76 Tahun 2017 yang tertanggal 9 Februari 2017.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Ramadhan Harisman menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji khusus dilaksanakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Sementara itu pada besaran BPIH Khusus sesuai ketentuan dalam pasal 46 ayat 1 PP tersebut, ditetapkan oleh Menteri Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA).

Ini merupakan sebuah besaran minimal dalam rangka pemenuhan kewajiban PIHK atas standar pelayanan minimum kepada jemaah haji khusus.

Biaya haji khusus BPIH sebesar US$ 8000 dolar itu, digunakan untuk membiayai tiga komponen, pertama, US$ 7709 dolar untuk penyelenggaraan ibadah haji khusus oleh PIHK. Dana ini ditransfer melalui rekening Menteri Agama ke rekening masing-masing PIHK yang akan memberangkatkan jamaah haji khusus pada tahun berjalan.

Kedua, US$ 277 dolar untuk pembayaran biaya layanan umum di Arab Saudi atau yang disebut dengan General Service Fee (GSF). Dana ini juga ditransfer melalui rekening Menteri Agama ke rekening masing-masing PIHK yang memberangkatkan jamaah haji khusus pada tahun berjalan. Untuk biaya GSF dibayarkan langsung oleh PIHK ke instansi terkait di Arab Saudi karena akan menjadi salah satu persyaratan dalam proses pengurusan visa melalui e-hajj.

Komponen ketiga, US$14 dolar atau setara dengan 50SAR adalah komponen biaya jaminan sewa pemondokan di Mekah. Dana tersebut disimpan di rekening Menteri Agama dan akan dikembalikan ke PIHK pasca operasional haji apabila tidak ada komplain apapun dari otoritas terkait di Arab Saudi atas layanan akomodasi jemaah haji khusus selama di Mekah.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi telah menyepakati penerbangan dengan frekuensi yang tidak terbatas antarkedua Negara tersebut akan dilakukan di empat bandara di Arab Saudi dan lima di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Angkutan Udara juga mengatakan, bahwa lima bandara yang akan melayani penerbangan dari Arab Saudi dengan jumlah yang tidak terbatas tersebut antara lain yaitu, Bandara Kualanamu di Medan, Bandara Sultan Hasanudin di Makassar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ngurah di Denpasar dan Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Sementara di Arab Saudi terdaat empat kota yaitu Madinah, Damam, Riyadh dan Thaif.

Makapai Indonesia yang sudah menerbangi Arab Saudi, terutama untuk layanan pemberangkatan ibadah haji dan umrah, diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Arab Saudi, Citilink dan Lion Air. Kerja sama reiprokal tersebut memang harus dilakukan karena kedua sisi memiliki potensi, Indonesia memiliki pasar, yaitu jamaah, sementara Arab Saudi memilki destinasi yaitu Mekah dan Madinah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *